Skip links

Our Amazing Team

Executive Committee

Penny Sylvania Putri
Festival Director
Daud Nugraha
Co–Festival Director
Andang Kelana
Artistic Director

Programming

Harry Hariawan
Program Coordinator
Anggraeni Widhiasih
Film Programmer

Communications & Design

Alfa Gumilang
Communications & Publications
Zulfikar Arief
Graphic Designer
Andina Subarja
Illustrator
M. Afwan Barry
Video & Motion Designer
Alvin Try Dandy
Copywriter

Technical Operations & Screening

Anies Wildani
Technical Coordinator

Hospitality & Guest Relations

Nefa Firman
School Hospitality
Samuel Simanjuntak
Filmmakers Hospitality
Hera Annisa
Ceremony Hospitality

Screening & Workshop Support

Bonaventura
Screening Coordinator
Masna Fithriany
Workshop Coordinator

Jury

Josep Arbiol
Juror
S.M. Gietty Tambunan
Juror
Anggi Frisca
Juror

Penny Sylvania Putri

Penny Sylvania Putri adalah praktisi audiovisual dengan latar pendidikan film di IKJ dan ISI Surakarta. Aktif lebih dari satu dekade di Kineforum DKJ, ia konsisten mengembangkan film dokumenter, animasi, dan konten edukatif yang menghubungkan sains, anak-anak, dan generasi muda dengan dunia sinema.

Daud Nugraha

Daud Nugraha adalah kreator, sutradara, sekaligus pendiri Aniwayang Studio. Dengan latar DKV ITB dan pengalaman internasional, ia menciptakan Desa Timun, serial animasi anak berbasis wayang kulit. Karyanya meraih nominasi FFI, penghargaan internasional, dan membawa warisan budaya ke generasi muda.

Andang Kelana

Andang Kelana adalah seniman dan kurator yang aktif di bidang seni digital dan budaya urban. Ia ikut mendirikan Forum Lenteng serta menggagas Visual Jalanan, hoppla.id, dan extended.asia. Saat ini, ia menjabat sebagai Head of Centre sekaligus Program Head of Digital Design & Illustration di IDS | BTEC Jakarta, sambil terus mengembangkan literasi seni dan media di Indonesia.

Harry Hariawan

Berkarier di sinema alternatif sejak bergabung di Kineforum DKJ (2016). Aktif di Radiant Cinema, Sinema Sang Akar, dan Metro Cinema, serta menggagas ELKAKA Layar Klasik Kemang (2024). Kini juga bekerja sebagai penerjemah takarir dan juru bahasa.

Anggraeni Widhiasih

Peneliti dan pengkarya berbasis di Jakarta. Lulusan Hubungan Internasional yang mempelajari praktik audiovisual bersama Milisifilem Collective. Tertarik pada isu memori, ruang, dan media; Pemimpin Redaksi Visual Jalanan (sejak 2020) dan terlibat di ARKIPEL.

Alfa Gumilang

Usai berkegiatan di gerakan perburuhan, pada 2015 mulai berkecimpung di dunia digital dan membangun kolektif Amygdala Publicist: mempromosikan film di bioskop maupun platform digital serta terlibat di sejumlah festival film. Kini juga aktif di media independen Project Multatuli.

Zulfikar Arief

Memulai karier sebagai desainer grafis di Djakarta Magazine, sejak 2013 memilih jalur lepas. Karya tampil di Jakarta Biennale, Festival Teater Jakarta, Jakarta International Literary Festival, Synchronize Festival, hingga Madani International Film Festival.

Andina Subarja

Penulis dan ilustrator buku anak, di antaranya Kejutan Kungkang dan Gelinding. Bukunya Musik terpilih dalam The Unpublished Picturebook Showcase 2022. Juga menulis naskah animasi di Aniwayang Studio, termasuk Desa Timun dan Ijo dan Emas.

M. Afwan Barry

Editor video di tim NextScene, mendukung kebutuhan konten dan dokumentasi program festival.

Alvin Try Dandy

Peneliti lingkungan binaan dengan latar pendidikan arsitektur (UNS, ITB). Tulisannya telah terbit di berbagai jurnal dan buku nasional maupun internasional.

Anies Wildani

Memulai sebagai proyeksionis di Kineforum. Mengelola visual dan teknis pemutaran di berbagai festival, dari Europe on Screen hingga Plaza Indonesia Film Festival. Menggarap web series, on-set editing, DCP mastering, dan aktif sebagai desainer grafis untuk festival seni.

Nefa Firman

Kreatif yang gemar mendengar dan meneruskan cerita. Berpengalaman sebagai creative producer di organisasi lingkungan, menerjemahkan ide teknis menjadi kampanye kreatif. Kini aktif di konsorsium tuna, bekerja dengan komunitas pesisir dan pembuat kebijakan untuk keberlanjutan tuna Indonesia.

Samuel Simanjuntak

Menekuni minat film sejak kuliah dan aktif di berbagai festival. Salah satu inspirasinya adalah Sunflower karya Vittorio De Sica. Meski berkarier sebagai ASN, tetap terlibat di festival film karena percaya film menyampaikan pesan dan emosi secara mendalam.

Hera Annisa

Bonaventura

Percaya pada pentingnya kerja sama dan suasana menyenangkan di setiap kegiatan. Senang berkolaborasi, berbagi ide, dan membangun energi positif agar proyek berjalan lancar, produktif, dan penuh semangat.

Masna Fithriany

Berfokus pada komunikasi sains dan audiovisual storytelling. Percaya media visual—terutama film dan animasi—dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan empati generasi muda. Dengan latar konten ilmiah, berkomitmen menghadirkan cerita yang mudah dipahami sekaligus inspiratif.

Josep Arbiol

Pendiri dan Presiden MICE, memimpin festival film edukasi di Valencia, Madrid, Kuba, hingga Sahara Barat. Selain Direktur MICE Valencia, aktif sebagai programmer dan pengajar; juga presiden Cultural Association “Jordi el Mussol,” dengan fokus pada pendidikan film anak.

S.M. Gietty Tambunan

Anggota Komite Film Dewan Kesenian Jakarta dan dosen di Departemen Sastra, Universitas Indonesia. Risetnya menyoroti arus transnasional produk budaya populer, khususnya televisi dan sinema Asia Timur di Indonesia.

Anggi Frisca

Anggota Indonesian Cinematographers Society (ICS), dikenal sebagai sinematografer dengan tiga nominasi Piala Citra. Juga menyutradarai Negeri Dongeng, Nona (2020), dan Tegar—film panjang yang diproduksi lewat dukungan crowdfunding, menegaskan komitmennya pada karya kolaboratif dan inklusif.

This website uses cookies to improve your web experience.
Explore
Drag